Penulis: Eka Kurniawan
Desain Sampul: Eka Kurniawan
Setter Isi: Fitri Yuniar
Cetakan Pertama: April 2014
Cetakan Kedua (cover baru): April 2016
Cetakan Ketiga: Juni 2016
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
GM 616202030
ISBN: 978-602-03-2893-5
"Lebih baik kita perang karena alasan yang lebih logis, . . . " (Hal. 3)
"Tuan Penyair, aku benci puisi-puisimu. Ia begitu menusuk dan melukai hatiku. Hentikanlah membacanya dan terutama menulisnya." (Hal. 4)
Buku kumpulan cerpen ini berisi 12 cerita pendek yang berbeda latar. Beberapa cerita dalam buku ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari. Sebagai seorang yang pernah mengenyam dunia perkuliahan, beberapa cerita dalam kumpulan cerita pendek ini sering saya jumpai dan alami.
Dari keduabelas cerita ini memang yang paling membuat saya geleng-geleng kepala adalah cerita yang menjadi judul buku kumpulan cerita pendek ini. Corat-coret di toilet. Bercerita tentang sebuah toilet kampus yang baru dicat ulang dan memang masih berbau cat basah. Seperti toilet pada umumnya, beberapa orang masuk dengan maksud untuk membuang hajat, kencing dan kegiatan lain yang memerlukan toilet sebagai tempat yang nyaman. Selalu saja ada gairah ingin mencorat-coret sebuah tembok bersih.
"Reformasi gagal total, Kawan! Mari tuntaskan revolusi demokratik!"
(Hal. 22)
"Jangan memprovokasi! Revolusi tak menyelesaikan masalah. Bangsa kita mencintai kedamaian. Mari melakukan perubahan secara bertahap."
(Hal.23)
Itulah beberapa coretan di dinding toilet sampai berbulan-bulan lamanya, dinding toilet menjadi penuh tulisan. Sampai pada tulisan seseorang mahasiswa yang kesal terhadap tulisan-tulisan yang membuat toilet menjadi kumuh. Karena kesal dan tidak tahu pada siapa harus melampiaskan kekesalannya, ia pun menulis,
"Kawan-kawan, tolong jangan corat-coret di dinding toilet. Jagalah kebersihan. Toilet bukan tempat menampung unek-unek. Salurkan saja aspirasi Anda ke bapak-bapak anggota dewan"
(Hal. 29)
"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet."
(Hal. 29)
Tulisan itu ditanggapi oleh beberapa orang lainnya hingga kembali memenuhi dinding toilet.
Keduabelas cerita pendek tersebut adalah:
1. Peter Pan; 2. Dongeng Sebelum Bercinta; 3. Corat-coret di Toilet; 4. Teman Kencan; 5. Rayuan Dusta Untuk Marietje; 6. Hikayat Si Orang Gila; 7. Si Cantik yang Tak Boleh Keluar Malam; 8. Siapa Kirim Aku Bunga?; 9. Tertangkapnya Si Bandit Kecil Pencuri Roti; 10. Kisah dari Seorang Kawan; 11. Dewi Amor; 12. Kandang Babi;
Cerita yang berkesan lainnya bagi saya adalah "Teman Kencan". Saya tidak akan membahas cerita tersebut. Karena setelah saya membaca cerita itu, pikiran saya langsung, yah susah dijelaskan. Untuk itu, bagi yang penasaran, silakan baca saja, he he.
Untuk keseluruhan, buku ini sangat menghibur dan bagi saya sangat menambah pengetahuan tentang latar sejarah.
Untuk keseluruhan, buku ini sangat menghibur dan bagi saya sangat menambah pengetahuan tentang latar sejarah.

0 comments:
Post a Comment